Jumat, 04 November 2011

Cermin yang Terlupakan | Renungan

Pada suatu ketika, sepasang suami istri, katakanlah nama mereka Smith,
mengadakan 'garage sale' untuk menjual barang-barang bekas yang tidak
mereka butuhkan lagi. Suami istri ini sudah setengah baya, dan  anak-anak
mereka telah meninggalkan rumah untuk hidup mandiri.


Sekarang waktunya untuk membenahi rumah, dan menjual barang-barang yang
tidak dibutuhkan  lagi.

Saat mengumpulkan barang-barang yang akan dijual, mereka menemukan
benda-benda yang sudah sedemikian lama tersimpan di gudang. Salah satu  di
antaranya adalah sebuah cermin yang mereka dapatkan sebagai hadiah
pernikahan mereka, dua puluh tahun yang lampau.

Sejak pertama kali diperoleh, cermin itu sama sekali tidak pernah
digunakan. Bingkainya yang berwarna biru aqua membuat cermin itu tampak
buruk, dan tidak cocok untuk diletakkan di ruangan mana pun di rumah
mereka. Namun karena tidak ingin menyakiti orang yang menghadiahkannya,
cermin itu tidak mereka kembalikan. Demikianlah, cermin itu teronggok  di
loteng. Setelah dua puluh tahun berlalu, mereka berpikir orang yang
memberikannya tentu sudah lupa dengan cermin itu. Maka mereka
mengeluarkannya dari gudang, dan meletakkannya bersama dengan barang  lain
untuk dijual keesokan hari.

Garage sale mereka ternyata mendapat banyak peminat. Halaman rumah  mereka
penuh oleh orang-orang yang datang untuk melihat barang bekas yang  mereka
jual. Satu per satu barang bekas itu mulai terjual. Perabot rumah  tangga,
buku-buku, pakaian, alat berkebun, mainan anak-anak, bahkan radio tua  yang
sudah tidak berfungsi pun masih ada yang membeli.

Seorang lelaki menghampiri Mrs. Smith.

"Berapa harga cermin itu?"  katanya sambil menunjuk cermin tak terpakai
tadi. Mrs. Smith tercengang.

"Wah,  saya sendiri tidak berharap akan menjual cermin itu. Apakah Anda
sungguh  ingin membelinya?" katanya.

"Ya, tentu saja. Kondisinya masih sangat bagus."  jawab pria itu. Mrs. Smith
tidak tahu berapa harga yang pantas untuk  cermin jelek itu. Meskipun sangat
mulus, namun baginya cermin itu  tetaplah jelek dan tidak berharga.

Setelah berpikir sejenak, Mrs. Smith  berkata, "Hmm .... anda bisa membeli
cermin itu untuk satu dolar."

Dengan wajah berseri-seri, pria tadi mengeluarkan dompetnya, menarik
selembar uang  satu dolar dan memberikannya kepada Mrs. Smith.

"Terima kasih," kata Mrs. Smith, "Sekarang cermin itu jadi milik Anda.
Apakah perlu dibungkus?"

"Oh, jika boleh, saya ingin memeriksanya sebelum saya bawa pulang."  jawab
si pembeli.

Mrs. Smith memberikan ijinnya, dan pria itu bergegas mengambil cerminnya
dan meletakkannya di atas meja di depan Mrs. Smith. Dia mulai mengupas
pinggiran bingkai cermin itu. Dengan satu tarikan dia melepaskan  lapisan
pelindungnya dan muncullah warna keemasan dari baliknya.

Bingkai cermin  itu ternyata bercat emas yang sangat indah, dan warna biru
aqua yang  selama ini menutupinya hanyalah warna dari lapisan pelindung
bingkai itu!

"Ya, tepat seperti yang saya duga! Terima kasih!" sorak pria itu dengan
gembira. Mrs. Smith tidak bisa berkata-kata menyaksikan cermin indah  itu
dibawa pergi oleh pemilik barunya, untuk mendapatkan tempat yang lebih
pantas daripada loteng rumah yang sempit dan berdebu.

Kisah ini menggambarkan bagaimana kita melihat hidup kita. Terkadang  kita
merasa hidup kita membosankan, tidak seindah yang kita inginkan. Kita
melihat hidup kita berupa rangkaian rutinitas yang harus kita jalani. Bangun
pagi, pergi bekerja, pulang sore, tidur, bangun pagi, pegi  bekerja, pulang
sore, tidur. Itu saja yang kita jalani setiap hari.

Sama halnya dengan Mr. dan Mrs. Smith yang hanya melihat plastik pelapis
dari bingkai cermin mereka, sehingga mereka merasa cermin itu jelek dan
tidak cocok digantung di dinding. Padahal dibalik lapisan itu, ada warna
emas yang indah.

Padahal di balik rutinitas hidup kita, ada banyak hal yang dapat  memperkaya
hidup kita.

Setiap saat yang kita lewati, hanya bisa kita alami satu kali seumur  hidup
kita. Setiap detik yang kita jalani, hanya berlaku satu kali  dalam hidup
kita. Setiap detik adalah pemberian baru dari Tuhan untuk kita.

Akankah kita menyia-nyiakannya dengan terpaku pada rutinitas?

Akankah kita  membiarkan waktu berlalu dengan merasa hidup kita tidak
seperti yang  kita inginkan?

Setelah dua puluh tahun, dan setelah terlambat, barulah Mrs. Smith
menyadari nilai sesungguhnya dari cermin tersebut. Inginkah kita  menyadari
keindahan hidup kita setelah segalanya terlambat? Tentu tidak.


Sebab itu, marilah kita mulai mengikis pandangan kita bahwa hidup  hanyalah
rutinitas belaka. Mari kita mulai mengelupas rutinitas  tersebut dan
menemukan nilai sesungguhnya dari hidup kita.

Marilah kita mulai menjelajah hidup kita, menemukan hal-hal baru,  belajar
lebih banyak, mengenal orang lebih baik.

Mari kita melakukan sesuatu  yang baru.

Mari kita membuat perbedaan!


Kamis, 03 November 2011

Bonsai dan sequoia | Motivasi

Orang Jepang memelihara pohon yang lazim disebut Bonsai, pohon ini
indah dan dibentuk dengan sempurna walaupun tingginya hanya dalam
hitungan sentimeter. 
Di California ditemukan pohon raksasa hutan yang bernama Sequoia.
Salah satu pohon raksasa ini diberi nama Jenderal Sherman dengan
ketinggian mencapai 90 meter seakan menembus langit dan lingkar batang
hingga 26 meter.  Pohon raksasa ini begitu hebat sehingga jika
ditebang akan menghasilkan kayu bangunan yang cukup untuk membuat 35
buah rumah dengan lima kamar. 
Pada saat berbentuk biji Bonsai dan Jenderal Sherman berukuran sama
kecil, masing2 beratnya kurang dari satu milligram.  Setelah keduanya
dewasa terjadi perbedaan ukuran yang luar biasa dan kelihatan seperti
peristiwa yang sederhana saja, tetapi kisah dibalik perbedaan ukuran
itu mengandung pelajaran dalam kehidupan manusia.  Ketika pohon Bonsai
mulai menyembulkan tunasnya di muka bumi, orang Jepang mencabutnya
dari tanah dan mengikat pokok akar dan sebagian cabang akarnya dengan
demikian secara sengaja menghambat pertumbuhannya.  Hasilnya adalah
sebatang pohon mini yang indah tetapi tetaplah mini. 
Biji Jenderal Sherman jatuh ke tanah California yang subur dan
mendapat gizi dari mineral, air hujan dan sinar matahari, hasilnya
adalah sebuah pohon raksasa.

Baik Bonsai maupun Jenderal Sherman tidak punya pilihan dalam
menentukan nasibnya.  Tidak demikian dengan anda,  anda punya hak
untuk menentukan nasib, anda bisa jadi besar atau jadi kecil
sebagaimana yang anda kehendaki.  Anda bisa jadi Bonsai atau Jenderal
Sherman.  Citra diri anda dan cara anda memandang diri sendiri akan
menentukan akan menjadi apa anda kelak, untuk itu anda punya pilihan.

Minggu, 30 Oktober 2011

belajarlah..kesempatan akan datang| motivasi

"Sumber dari segala macam bencana dan kutukan terhadap umat manusia
adalah kebodohan dan ketidakmengertian. Sumber dari tercipnayna
peradaban tinggi adalah
masyarakat yang menghormati pendidikan"

Setiap Manusia mempunyai potensi dan kesempatan yang sama untuk
bahagia dalam hidupnya. Walau ukuran kebahagiaan manusia tidak bisa
disama ratakan, namun secara umum bisa dilihat dari kesuksesan yang
diraih selama hidupnya. Kesuksesan tidak bisa didapat begitu saja,
butuh perjuangan dan usaha keras. Salah satu yang harus dilakukan
untuk mendapat kesuksesan ter - sebut adalah dengan belajar. Belajar,
merupakan tugas, tanggung jawab dan panggilan pertama bagi tiap
manusia. belajar, selain membuat pengetahuan yang kita miliki
bertambah, kesempatan terbukanya pintu kesuksesan pun semakin lebar.

Lantas bagaimana caranya agar kesuksesan yang ingin dicapai dengan
cara belajar tersebut, dapat
mudah kita raih ?? Ada beberapa hal yang patut kita ingat, ketika
kita sedang belajar untuk menuju kesuksesan yaitu  :

HASRAT KUAT  :
Belajar tanpa disertai oleh keinginan dan hasrat yang kuat untuk
menuju sukses, tak akan berhasil. Karena segala seuatu (termasuk
belajar) yang dilakukan tidak dengan sungguh-sungguh, hasil yang
dicapaipun akan ala kadarnya. Bila kesuksesan merupakan salah satu
proses yang ingin diraih untuk
mencapai kebahagiaan, maka mulailah belajar sungguh-sungguh dengan
hasrat kuat, keinginan dan
harapan yang besar.

Selain keberhasilan tidak akan pernah singgah kepada orang-orang yang
berhastar lemah dan tak punya kemauan, tidak bisa dipungkiri bahwa
segala sesuatu hanya akan terjadi bila kita menginginkan itu terjadi
Seperti kata pepatah "Siapa yang berpikir dia bisa, maka dia akan
bisa menjadi siapapun yang dia inginkan" Ciptakan dan penuhi alam
bawah sadar kita dengan hasrat yang kuat untuk meraih harapan.

BERANI BELAJAR  :
Semua orang pada dasarnya tidak tahu dan tidak mampu. Hanya orang- orang
yang berani belajar yang akhirnya akan tahu dan mampu. Ada
begitu banyak cara untuk belajar, baik melalui pengalaman diri
sendiri pengalaman orang lain, buku-buku bacaan, perenungan, kursus
ataupun pelatihan-pelatihan yang ada. Kita tinggal memilih cara
belajar yang kita sukai. Namun harus dipastikan bahwa cara belajar
yang dilakukan, bisa membuat kita lebih mengerti dan memahami banyak
hal. Sehingga kita mampu melihat dan mengetahui
bahwa ada banyak cara dan pilihan untuk meraih kehidupan yang lebih
baik.

"Saya akan belajar, maka kesempatan akan datang" sunggu tepat apa
yang dikatakanAbraham Lincoln tersebut Sebab tanpa belajar, maka
segala kemungkinan menuju kesuksesan bisa hilang. Untuk menjadi siri
yang selalu belajar (a becoming learling person) diperlukan
keberanian dan ketabahan, yang berakibat terbukanya segala
kemungkinan untuk kehidupan yang lebih baik.

BERANI BERUBAH    :
"Learning has not taken place, until behaviour has changed,: belajar
tidak akan berarti apa-apa,sampai terjadi perubahan perilaku. Dengan
belajar pengetahuan dan ketrampilan kita bertambah. Tetapi
pengetahuan dan ketrampilan yang kita miliki tersebut tidak akan
berarti apa-apa,jika ketrampilan yang kita miliki tersebut tidak
sanggup merubah diri kita menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Pengetahuan kita akan hemat tidak akan men- jadikan kita kaya kecuali
kita berani berubah menjadi orang hemat dan mungkin akan kaya.
Pengetahuan kita tentang kerja keras tak akan memberi manfaat, sampai
kita berubah menjadi seorang
pekerja keras dan meraih keberhasilan.

Setelah kita belajar, kita memiliki pengetahuan dan ketrampilan
tentang hal-hal yang kita pelajar. Langkah
berikutnya adalah bagaimana kita bisa berubah menjadi pribadi yang
lebih baik, berdasarkan pengetahuan yang kita miliki. Perubahan itu
mungkin terjadi begitu lambat. Bagi orang-orang tertentu hal itu
mungkin menjadikannya frustasi sehingga proses belajarpun terhenti
ditengah jalan, karena tidak merasa mendapatkan manfaat dari proses
belajar. Namun perlu disadari bahwa jauh lebih sulit menerapkan apa
yang kita ketahui, dibanding dengan proses belajar untuk mendapatkan
pengetahuan itu sendiri. Perubahan kearah lebih baik yang terjadi
pada diri kita, walau berjalan secara perlahan, sedikit demi sedikit,
hal itu akan sangat besar artinta bagi kesuksesan kita.

Teruslah belajar dan janganlah pernah menyerah, walau
kegagalan bisa sewaktu-waktu menghampiri. Gagal bukan berarti mati,
tapi gagal berarti ada banyak hal yang harus diperbaiki. Lupakan kata
tidak mampu dan tidak mungkin, namun persiapkan fisik dan mental
Anda untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.

Sabtu, 29 Oktober 2011

Rumus Rubik 3x3 bagi pemula


Rubik adalah kotak kubus yang memiliki 6 sisi dan notasi rubik pun mewakili ke 6 sisi tsb,antara lain;
R “right” = kanan
L “left” = kiri
U “Up” = atas
D “Down” = bawah
F “Front” = depan
B “Back” =Belakang
untuk memutarnya jika notasi R artinya memutar searah jarum jam dan jika ditambah tanda ‘ menjadi R’ Maka rubik diputar berlawanan arah jarum jam.


7 langkah menyelesaikan rubik 3X3 untuk pemula.
Tahap 1 adalah membuat cross putih.
Tahap ke 2 membuat layer pertama dengan menyelesaikan warna putih rumus nya R U R atau L’ U’ L.
Tahap ke 3 menyusun layer ke 2 atau setengah jadi, rumus nya U’L'UL UFU’F’ atau URU’R’ U’F'UF
Tahap ke 4 menyusun rubik 3×3 adalah menyusun cross kuning.pada kondisi ini terdapat 3 rumus
salah satunya FRU R’U'F’ fRU RUf
Tahap ke 5 membuat sisi atas semuanya berwarna kuning rumus nya RUR’U RU2R’
Tahap ke 6 adalah menyusun/ corner semua warna atas.rumus nya RU2 R’U’ RU2 L’UR’ U’L
Dan tahap terakhir dengan 2 kondisi menyamakan warna searah jarum jam rumus nya adalah F2 (U) LR’F2 (L’R) (U) F2 dan jika berlawan jarum jam rumus nya adalah F2(U’) LR’F2 RL’ (U’) F2.


selamat mencoba..:)